Jumat, 16 April 2010

PEMBAHASAN ARTIKEL PT KERETA API INDONESIA

Masalah, Lagi-lagi Masalah Sebagai moda transportasi massal, tentu saja, kereta api punya masalahnya sendiri. Setidaknya tak kurang lima masalah pokok yang harus segera dibenahi oleh pemerintah. Mulai dari jumlah pengguna jasa kereta api yang jauh melampaui kapasitas angkut, keterbatasan armada, kapasitas lintas yang mendekati jenuh, tarif kereta api kelas ekonomi yang sangat murah bahkan bisa ”naik dengan percuma”, stasiun yang masih sangat terbuka (tidak steril), hingga disiplin pengguna jasa kereta api yang masih kurang.

Bayangkan saja berapa dana, katakanlah sebagai perbaikan kualitas kereta api kita, dan yang tentu saja akan sangat berdampak pada kenyamanan kita dalam berkereta. Perhatikan! Jumlah kereta api adalah 525 pada 2005, naik menjadi 1.125 pada 2007, 2.500 pada 2009 dan 3.200 tahun 2012. Sedangkan jumlah kereta api listrik (KRL) yang beroperasi : 233 (tahun 2005), 500 (tahun 2007), 1.111 (tahun 2009) dan 1.422 (tahun 2012).

Lihat juga trip se Jabotabek per hari pada 2005, 25.000.000, naik menjadi 27.000.000 pada 2007. Dan diperkirakan meningkat lagi menjadi 30.000.000 pada 2009 dan 32.000.000 tahun 2012.

Dan yang terakhir, perhatikan daya tampung penumpang kereta api Jabotabek per hari yang mencapai 630.000 penumpang pada 2005, 1.350.000 menjadi tahun 2007, 3.000.000 tahun 2009 dan 3.840.000 tahun 2012.
(sumber : www.dimasnugraha.wordpress.com)

PEMBAHASAN ARTIKEL

Artikel di atas membahas masalah – masalah pada PT Kereta Api Indonesia, sebagai berikut : Mulai dari jumlah pengguna jasa kereta api yang jauh melampaui kapasitas angkut, keterbatasan armada, kapasitas lintas yang mendekati jenuh, tarif kereta api kelas ekonomi yang sangat murah bahkan bisa ”naik dengan percuma”, stasiun yang masih sangat terbuka (tidak steril), hingga disiplin pengguna jasa kereta api yang masih kurang.

Sebenarnya semua masalah tersebut bisa dengan mudah diperbaiki, bila saja semua mengerti posisinya. PT KAI ibarat sebuah perusahaan yang harus bergulir, mencari untung, berkompetisi, dan membayar biaya rutin serta berinventasi. Dan semua itu tentu membutuhkan modal, berupa dana segar slah satunya. Dan salah satunya lagi dengan memperbaiki gerbong - -gerbong yang rusak, mengecet ulang gerbong, memperbaiki barang - barang seperti bangku penumpang dll. Serta membuka lowongan pekerjaan khususnya untuk seorang masinis sehingga tidak kekurangan armada dan menitik beratkan kepada keamanan stasiun juga yaitu dengan cara menyebarkan petugas – petugas di tempat stasiun yang vital sehingga meminimumkan perbuatan- perbutan kriminal dan fasilitas menunggu pengguna kereta api yang nyaman dan aman.

Hal ini merupakan strategi PT kai untuk memberikan kenyamanan para komsumen. Selain itu, mereka juga berupaya untuk meningkatkan. Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan disiplin waktu dan pelayanan yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar